Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Info Kereta Api. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kereta Api. Tampilkan semua postingan

Kereta Berhenti Lewat Batas di Stasiun Kota, Ini Penjelasan PT KAI


news.detik.com - Sebuah kereta mengalami kecelakaan tunggal karena berhenti melewati batas, dan naik ke lantai di Stasiun Kota Jakarta. Kepala Humas Daerah Operasi (Daop) I PT KAI, Agus Komarudin mengatakan kecelakaan pada lokomotif kereta itu terjadi saat tengah menyusun rangkaian kereta.

"Itu lokomotif, sedang melansir rangkaian di jalur 10," kata Agus Komarudin saat dihubungi detikcom, Jumat (26/12/2014).

Agus menerangkan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 06.20 WIB. Lokomotif yang naik ke lantai itu bernomor CC 2018907. Agus belum bisa memastikan penyebabnya, karena masih perlu dicek.

"Itu masih di jalur 10, tiba-tiba anjlok. Ada pembatasnya, dia lewatin batas saat (petugas) sedang menyusun rangkaian," ujarnya.

Sebelumnya, seorang pembaca detikcom Andika, mengirimkan foto melalui pasangmata.com pukul 06.57 WIB, kereta di jalur 10 berhenti melewati batas dan naik ke lantai di Stasiun Kota, Jakarta.

Dari foto yang dikirimkan, tampak kereta yang berada di lajur paling pinggir menggerus lantai stasiun sekitar 3-5 meter dan menabrak kursi tempat penumpang menunggu kereta. Tinggi kereta bahkan tampak sejajar dengan atap stasiun.

"Saya nggak tahu persis kejadiannya jam berapa, tapi itu kayaknya gerbong kereta ke luar kota, bukan kereta commuter," ucap Andika yang hendak bekerja itu.

Belum diketahui ada tidaknya korban dalam kecelakaan itu. Namun pengunjung stasiun dan calon penumpang dibuat terheran-heran dengan kejadian tersebut. "Ini baru pertama kejadian," ucap Andika yang tinggal di dekat Stasiun Kota.

2 Korban Tabrakan KA di Cirebon Anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok



ILUSTRASI

Dua orang polisi tewas dalam kecelakaan maut antara mobil Suzuki APV dengan Kereta Api Ciremai Express di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (22/10/2014) siang kemarin. Keduanya adalah anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

"Seluruh penumpang mobil APV ada 9 orang, 4 orang di antaranya adalah anggota Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan 5 orang lainnya merupakan sipil, ada tersangka kasus curas. Dari 4 anggota polisi ini, 2 di antaranya tewas dalam kecelakaan tersebut," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, kepada wartawan, Kamis (23/10/2014).

Adapun empat korban tewas yaitu Bripka Irwandi Malik yang menyopiri mobil APV, Brigadir Triono yang berada di samping Bripka Irwandi, Nana Mulyana (tersangka yang dibawa dari Jakarta) dan Wartono. Korban Nana dan Wartono berada di RSUD Gunung Jati dan RS Ciremai, Cirebon.

Sementara korban luka-luka yakni 2 anggota polisi Iptu Martua Malau dan Briptu Mahmud Hadi Santoso. Keduanya mengalami luka patah tulang kaki.

"Untuk korban selamat, artinya tidak mengalami luka-luka yaitu H Ridad, Momon Rukmana dan Rosi. Mereka semuanya sipil," tambahnya.

Berawal ketika Unit 2 Satuan Reserse Polres Pelabuhan Tanjung Priok di bawah pimpinan Iptu Martua melakukan pengembangan atas penangkapan tersangka Nana Mulyana dalam kasus penggelapan truk tronton berisi 20 ton kacang tanah. Anggota reskrim selanjutnya menuju ke Cirebon dan Tegal untuk mengembangkan kasus tersebut, sambil membawa para tersangka.

"Berdasarkan keterangan tersangka, kacang tanah hasil penggelapan itu dijual kepada Momon di Kuningan, kemudian keterangan Momon barang tersebut dijual ke Cirebon dan Tegal. Anggota berangkat lah ke sana," jelasnya.

Namun nahas, saat minibus yang ditumpangi mereka tertabrak kereta api ketika melintas di perlintasan rel KA di Desa Suci, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, pada Rabu (22/10) pukul 14.30 WIB.

"Perlintasan kereta tersebut informasinya tanpa palang pintu," imbuhnya.

Minibus yang ditumpangi 9 orang ini pun ringsek setelah dihantam kerata. Para korban dilarikan ke rumah sakit, sedangkan Polres Pelabuhan Tanjung Priok juga dikirim ke TKP untuk mengurus para korban.

sumber : http://news.detik.com/read/2014/10/23/060529/2727154/10/2-korban-tabrakan-ka-di-cirebon-anggota-polres-pelabuhan-tanjung-priok

Ini Daftar KA Ekonomi yang Harga Tiketnya Naik


Daftar KA Ekonomi yang Harga Tiketnya Naik
Liputan6.com, Jakarta - Seiring dengan pencabutan subsidi atau Public Service Obligation (PSO), PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan memberlakukan tarif KA ekonomi jarak jauh dan jarak sedang pada harga keekonomiannya. Kebijakan ini merupakan imbas dari pengalihan subsidi dari KA ekonomi jarak jauh dan jarak sedang ke KA lokal dan commuter.
Direktur Komersial KAI, Bambang Eko Martono mengungkapkan, tiket KA non PSO dapat mulai dipesan per 2 Oktober 2014 pukul 00.00 WIB untuk pemberangkatan 1 Januari 2015.
Berikut daftar nama KA ekonomi jarak jauh non PSO yang mengalami normalisasi tarif:
KA Jarak Jauh
Logawa I dengan rute Purwokerto-Sgu-Jember
Logawa II dengan rute Jember-Sgu-Purwokerto
Kertajaya I dengan rute Surabaya Pasar Turi-Tanjung Priok
Kertajaya II dengan rute Tanjung Priok-Surabaya Pasar Turi
Brantas I dengan rute Kediri-Tanjung Priok
Brantas II dengan rute Tanjung Priok-Kediri
Kahuripan I dengan rute Kediri-Kiaracondong
Kahuripan II dengan rute Kiaracondong-Kediri
Kutojaya Utara I dengan rute Kutoarjo-Pasar Senen
Kutojaya Utara II dengan rute Pasar Senen-Kutoarjo
Bengawan I dengan rute Purwosari-Tanjung Priok
Bengawan II dengan rute Tanjung Priok-Purwosari
Progo I dengan rute Lempunyangan-Pasar Senen
Progo II dengan rute Pasar Senen-Lempuyangan
Pasundan I dengan rute Surabaya Gubeng-Kiaracondong
Pasundan II dengan rute Kiaracondong-Surabaya Gubeng
Sri Tanjung I dengan rute Lempunyangan-Banyuwangi
Sri Tanjung II dengan rute Banyuwangi-Lempuyangan
GBM Selatan I dengan rute Surabaya Gubeng-Jakarta Kota/Pasar Senen
GBM Selatan II dengan rute Jakarta Kota/Pasar Senen-Surabaya Gubeng
Matarmaja I dengan rute Malang-Pasar Senen
Matarmaja II dengan rute Pasar Senen-Malang.
"Misalnya rute dari Kertajaya I, Surabaya Pasar Turi-Tanjung Priok, dulu harganya masih di PSO Rp 50 ribu per orang menjadi Rp 135 ribu," ujar Executive Vice President Passenger Transport Marketing and Sales KAI, Totok Suryono di Gedung Jakarta Railway Center Djuanda, Jakarta, Selasa (30/9/2014).
Totok menjelaskan, KA jarak jauh dengan tujuan dari Tanjung Priok-Purwosari yang menjadi Rp 105 ribu dari harga Rp 50 ribu per orang. Sedangkan tiket dari Malang-Pasar Senen bakal naik dari Rp 65 ribu menjadi Rp 150 ribu per orang.
Sedangkan KA Jarak Sedang:
KA Tawangjaya I Jurusan Semarang Poncol-Pasar Senen
KA Tawangjaya II Jurusan Pasar Senen-Semarang Poncol
KA Serayu I Rute Purwokerto-Kroya-Jakarta Kota
KA Serayu II Rute Jakarta Kota-Kroya Purwokerto
KA Serayu III Rute Purwokerto-Kroya-Jakarta Kota
KA Serayu IV Rute Jakarta Kota-Kroya-Purwokerto
KA Kutojaya Selatan I Rute Kutoarjo-Kiaracondong
Ka Kutojaya Selatan II Rute Kiaracondong-Kutoarjo
KA Tegal Arum I Rute Tegal-Jakarta Kota
KA Tegal Arum II Rute Jakarta Kota-Tegal
KA Tawang Alun I Rute Banyuwangi-Malang
KA Tawang Alun II Rute Malang-Banyuwangi
KA Rajabasa I Rute Kertapati-Tanjung Karang
KA Rajabasa II Rute Tanjung Karang-Kertapati
KA Buser/Serelo I Kertapati-Lubuk Linggau
KA Buser/Serelo II Lubuk Linggau-Kertapati
KA Putri Deli Rute Tanjung Balai-Medan
KA Putri Deli Medan-Tanjung Balai
KA Putri Deli Rute Tanjung Balai-Medan
KA Putri Deli Rute Medan-Tanjung Balai
KA Putri Deli Rute Tanjung Balai-Medan
KA Putri Deli Rute Medan-Tanjung Balai
KA Siantar Ekspress Rute Siantar-Medan
KA Siantar Ekspress Rute Medan-Siantar
"Contohnya harga tiket KA jarak sedang Tawangjaya I PSO sebesar Rp 45 ribu per orang. Setlah dicabut subsidinya, tarifnya menjadi Rp 80 ribu per orang," tukas Totok.
Sumber :  http://www.krlcommuter.com/wp-admin/post.php?post=325&action=edit&message=6

KRL Commuter Hanya sampai stasiun Manggarai

Hari Rabu 05 Februari 2014, Berangkat dari stasiun Bojong Gede, KRL lancar dan nyaman. tapi memasuki st. Kalibata perjalanan tersendat sendat.Wach kalo dach gini.....bakal ada apa2nya nich...ech ga taunya bener juga, KRL hanya sampai stasiun Manggarai, ga tau ada apa?

Yang kita tahu dari sesama penumpang...St. Kota ada gangguan sinyal. Mau ga mau kita2 cari Alternatif naek kendaraan biar nyampe ke tempat tujuan

Ini ada beberapa pict yang ane jepret.....
   

Wach rame banget kayak pada pulang mudik......



ayooo...ayooo....pada keluar pintu Selatan



Pada sibuk BB an dech...ngabarin ke Bos  datang telat ato sama si Doi..ga bisa temuan di stasiun
Kota...(cuma nyampe Manggarai...wekekekkek)



Waduch...si Neng bingung tuch.....di cuekin ama si Babe.




Ayo pada baris yang rapih.....kalo kayak gini senggol-senggolan di maklumin dech



Waduch kayak antri Sembako aja....



kok gambarnya ga jelas ya?...


Tuch ampe dibilangin ama pak Tentara..."PELAN PELAN..GA USAH REBUTAN"
(pantesan gambarnya ga jelas)


Kayak di depan Mall aja...pada ga lepas ama HaPe..


Sinar Mentaripun malu menampakan diri....(ngumpet di dedaunan pohon)


Ojek Payung paaaak..... (kasian di cuekin)


Ojek ama BMW (Bajay Merah Wekekek) PANEN


MACEEEEET



Pas lewat bendungan Manggarai...masih aman kagag banjir, masih dibawah 80.

Kartu Multi Trip KRL Jabodetabek Akan Diberlakukan Juli 2013


TRIBUNNEWS.COM.JAKARTA - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akan memberlakukan tarif progresif dan e-ticketing pada 1 Juni 2013. Hal tersebut disampaikan oleh Tri Handoyo, Direktur Utama PT KAI, Kamis (23/5/2013), di Jakarta.
"Juni akan diberlakukan tarif progresif dengan kartu single trip, berlaku untuk satu kali perjalanan," ujar Tri kepada wartawan.
Penentuan tarif progresif Kereta Rel Listrik (KRL) berdasarkan jumlah stasiun awal ke stasiun tujuan. Mekanismenya sebagai berikut, untuk lima stasiun pertama Rp 3.000 ribu dan tiga stasiun selanjutnya Rp 1.000 ribu. Sedangkan untuk tarif tertinggi tetap mengacu pada tarif untuk relasi terjauh yang ditetapkan 1 Oktober 2012 sebesar Rp 9.000 ribu.
Pemberlakukan akan dibarengi dengan penggunaan e-ticketing dengan kartu single trip dan multi trip. Kartu single trip akan berlaku sekali pakai dan kartu akan ditelan mesin ketika keluar stasiun. Tetapi jika kartu tersebut hilang, penumpang akan dikenakan suplisi atau denda, sebesar Rp 50 ribu.
Tetapi untuk kartu multi trip akan diberlakukan pada Juli 2013. Kartu multi trip dapat digunakan selama ada nominal atau uang elektronik. Jika nominal habis, dapat diisi ulang. Untuk penggunaannya, penumpang ketika masuk melakukan 'tap' di mesin, begitu juga ketika keluar.
"Kartu bisa dibeli di loket stasiun. Isi pulsa maksimal sampai Rp1 juta, minimal sesuai nominal perjalanan kita," tambah Tri.
Kartu tersebut akan dikeluarkan PT KCJ dengan nama kartu 'Commet'. Selain itu, PT KCJ bekerjasama dengan lima bank untuk mengeluarkan kartu multi trip. Yaitu bank BCA, BRI, BNI 46, Bank DKI, dan Bank Mandiri.
"Kartu terintegrasi, jadi pengguna kartu Commet bisa digunakan untuk naik busway, begitu juga sebaliknya."
sumber : http://www.tribunnews.com/2013/05/23/kartu-multi-trip-krl-jabodetabek-akan-diberlakukan-juli-2013

PT KCJ: KRL Ekonomi Tak Gunakan Sistem Tarif Progresif, Flat Rp 2.000


PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akan menerapkan sistem tarif progresif berdasar jarak mulai 1 Juni mendatang. Namun sistem ini tidak berlaku untuk KRL enonomi. Tarif kereta tanpa pendingin udara ini akan flat sebesar Rp 2.000.

"Ekonomi tak memakai sistem baru ini, untuk ekonomi tetap dengan harganya Rp 2.000," kata Dirut Kereta Commuter Jabodetabek (KCJ) Tri Handoyo dalam jumpa pers di Gedung Jakarta Railway Center, Jl Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2013).

Meski tak memakai sistem tarif progresif, penumpang KRL ekonomi tetap akan memakai sistem tiket elektronik. Kartu elektronik untuk penumpang KRL ekonomi akan berwarna hijau, sedangkan untuk KRL Commuter Line akan berwarna merah.

"Kalau pakai tiket elektronik akan lebih efisien. Karena sehari bisa ada 10 ribu transaksi," katanya.

Tri mengatakan subsidi untuk kereta ekonomi akan tetap ada. "Kalau negara mau membantu kita akan senang sekali," katanya.

Pada 1 Juni mendatang KRL Commuter Line akan menerapkan tarif progresif berdasarkan jarak. Penumpang akan dikutip Rp 3.000 untuk lima stasiun pertama dan Rp 1.000 untuk 3 stasiun berikutnya. Pemberlakuan sistem ini diharapkan bisa lebih adil untuk penumpang jarak pendek. Selain itu perubahan ini juga membuat tiket perjalanan KRL lebih murah.

sumber: http://news.detik.com/read/2013/05/23/120203/2253855/10/pt-kcj-krl-ekonomi-tak-gunakan-sistem-tarif-progresif-flat-rp-2000

E-TICKETING Sekali Jalan & Tarif Baru KRL

 Dilihat dari banyaknya spanduk pemberitahuan mengenai E-TICKETING SEKALI JALAN yang si pasang di setiap stasiun...khususnya antara stasiun Bogor sampai stasiun Jakarta Kota, PT KAI  kemungkinan besar akan memberlakukan sesuai yang direncanakan.
Ini ada beberapa Info yang sekiranya dapat membantu para pengguna KRL Jabodetabek.







semoga berguna..salam ROKER MANIA

Gerbong KRL Khusus Wanita Tak Lagi Beroperasi, Ini Alasan PT KAI


Mulai Senin 13 Mei 2013, PT KAI (persero) memutuskan untuk memberhentikan operasional Rangkaian Khusus Wanita (RKW) KRL dan diganti dengan Rangkaian Reguler. Hal ini tentunya membuat kecewa para kaum hawa yang menginginkan kenyamanan naik kereta khusus.

Humas PT KAI (persero) Mateta Rizalulhaq menjelaskan ada beberapa alasan mengapa operasional rangkaian KRL khusus wanita dihentikan.

"Kita kembalikan ke kereta reguler karena yang paling mendasar itu keselamatan dan itu mutlak. Ini hak penumpang," jelas dia di seminar perkeretaapian Indonesia di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (14/05/2013).

Alasan lain yang menyebabkan dihentikan adalah ketidakefisienan operasional dari kereta khusus wanita ini. 

"Masalah waktu jadi alasannya karena laki dan perempuan sama. Sejak itu, kalau wanita maka laki-laki tidak bisa naik. Ini mengembalikan hak tanpa menghilangkan gerbong depan belakang. Laki-laki banyak yang protes loh karena waktu mereka dengan perempuan kan sama," imbuhnya.

Dari seluruh jumlah perjalanan KRL Jabodetabek, 10 perjalanan KRL Khusus Wanita resmi dihentikan operasionalnya dan dialihkan ke kereta reguler.

"Sekarang itu ada 575 perjalanan KRL Jabodetabek, jadi ada 10 perjalanan (kereta khusus perempuan) yang dialihkan ke kereta reguler," jelasnya.

Berikut imbauan dari PT KAI (persero) terkait penghapusan rangkaian khusus wanita.

  • Berdasarkan hasil evaluasi untuk memaksimalkan kapasitas dan efektifitas pengangkutan penumpang pada perjalanan KRL Mulai senin 13 Mei 2013 Rangkaian khusus Wanita (RKW) diganti dengan Rangkaian Reguler
  • Pada pagi hari Jadwal keberangkatan KRL CL pukul 06.30, Bogor - Jakarta yang sebelumnya menggunakan RKW akan diganti dengan rangkaian reguler dan perjalanan selanjutnya
  • Untuk Sore Jadwal Keberangkatan KRL CL Pukul 16.51 Jakarta - Bogor yang sebelumnya menggunakan rangkaian RKW akan diganti dengan Rangkaian Reguler dan perjalanan selanjutnya
  • Mohon maaf bagi seluruh pengguna jasa RKW karena kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi untuk kepentingan seluruh pengguna jasa KRL
  • PT KAI dan PT KCJ akan terus meningkatkan pelayanan KRL salah satunya dgn menambah jumlah armada KRL Commuter Line
  • Sumber : http://finance.detik.com/read/2013/05/14/125733/2245304/4/gerbong-krl-khusus-wanita-tak-lagi-beroperasi-ini-alasan-pt-kai?f9911023

Elektronik tiket KRL Jabodetabek mulai diterapkan pada awal Juni 2013

Elektronik tiket KRL Jabodetabek mulai diterapkan pada awal Juni 2013. Sekitar 800 ribu sampai 1,2 juta kartu tiket elektronik disiapkan. Stok kartu di masing-masing stasiun dilipat dua hingga tiga dari rata-rata jumlah penumpang harian.

Ada sekitar 800 ribuan sampai 1,2 juta (kartu). Penumpang kita sekarang kan 500 ribuan, jangan khawatir kartunya habis," ujar humas PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Eva Chairunisa ketika dihubungi detikcom, Senin (13/5/2013).

Eva mencontohkan, satu stasiun misalnya, jumlah penumpang rata-rata di satu stasiun 40 ribu penumpang per hari. Nah, kartu tiket yang disiapkan dua hingga tiga kali lipat dari jumlah rata-rata penumpang per hari itu. Mengingat bila pagi, arus penumpang ke Jakarta lebih banyak dibanding ke kawasan Bodetabek dan sebaliknya bila sore hari.

"Kita siapkan 3 kali lipat dari jumlah penumpang yang ada. SOP stoknya keseluruhannya sudah pasti kita siapkan lebih dari rata-rata penumpang per hari. Misal di stasiun yang rata-rata 40 ribu per hari, kita siapkan kartu 80 ribu sampai 120 ribu," jelas dia.

Uji coba e-Tiket, imbuh Eva, sudah dilakukan terus menerus, di luar jam sibuk, sejak April 2013. Vendor e-Tiket KRL, Telkom, lanjut Eva, sudah menyatakan sistem sudah siap sekitar 99 persennya.

"Namun kita tetap antisipasi yang 1 persennya," tegas Eva.

PT KCJ sudah memasang 323 gerbang elektronik di 63 stasiun dan 462 otomatisasi sistem pada loket seperti monitor dan card dispenser.

Brosur e-Tiket, yang disebut Commet (Commuter Electronic Ticketing) sudah tersebar di stasiun-stasiun Jabodetabek. Kartu Commet ini adalah penganti tiket kertas yang dirancang dengan Integrated Circuit (IC) yaitu sejenis chip yang tertanam di dalam, seperti pada kartu telepon. IC berguna untuk informasi dan transaksi perjalanan.

Pemeriksaan validasi kartu di dalam kereta tidak lagi memakai plong, namun menggunakan card reader atau disebut mobile reader.

Jenis kartu Commet itu ada 2, untuk Commuter Line dan untuk KRL Ekonomi. Bukankah KRL Ekonomi akan ditiadakan?

"Ya tetap disediakan yang warna hijau, yang ditarik (gerbong KRL Ekonomi) yang nggak bisa dioperasikan lagi. Nanti kita lihat seperti apa kondisinya," jelas Eva.

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/05/13/151958/2244363/10/e-tiket-krl-disebar-awal-juni-800-ribu-12-juta-kartu-disiapkan

Ini Dia KRL Asli Made In Madiun

Baru-baru ini, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor industri yaitu PT INKA (Persero) meluncurkan kereta monorel canggih buatan pabriknya di Madiun, Jawa Timur. Selain monorel, PT INKA juga bisa membuat kereta rel listrik (KRL). Jadi tak pantas Indonesia impor kereta bekas dari Jepang.

Dikutip dari situs PT INKA, Rabu (8/5/2013), penampakan KRL buatan dalam negeri ini tak kalah dengan KRL yang diimpor selama ini, bahkan lebih bagus. Pada 17 April 2013 lalu, ada 10 set KRL Commuter Line yang diresmikan untuk melayani jalur Stasiun Maja-Tanah Abang. PT INKA untuk KRL tersebut, bekerjasama dengan Bombardier.

KRL ini diproduksi dengan tekhnologi untuk memaksimalkan efisiensi operasional dan memastikan kenyamanan penumpang. Setiap satu rangkaian kereta terdiri dari empat unit dengan formasi TC (Trailer Car) 1+MC (Motor Car) 1+MC2+TC2. Trailer Car berkapasitas duduk 54 orang dan 107 orang kapasitas berdiri. Sedangkan Motor Car berkapasitas duduk 64 orang dan 110 kapasitas berdiri.

KRL ini juga menggunakan Train Control Management System ( TCMS ) dimana sistem ini memungkinkan masinis untuk memantau keadaan seluruh kereta melalui monitor yang ada di kabin masinis sehingga memudahkan masinis untuk memantau keadaan kereta dan dan mendeteksi apabila ada kerusakan.
sumber : http://finance.detik.com

Sold Out! Tiket Kereta Mudik H-4 Lebaran Ludes Terjual

Ilustrasi

Jakarta - Bagi anda yang merencanakan untuk mudik lebaran Idul Fitri tahun ini menggunakan kereta sebaiknya bergegas melakukan pembelian tiket. Hingga saat ini tiket untuk H-4 lebaran sudah ludes terjual.

"Jadi begini, penjualan tiket untuk mudik dibuka 3 Mei lalu, sesuai peraturan H-90. Kita terbuka dan tidak ada ditahan-tahan. Jadi kalau memang sudah habis, ya habis," kata Kahumas PT KAI DAOP I, Sukendar Mulya, saat dihubungi detikcom, Selasa (6/5/2013).

Sukendar mengatakan pemesanan tiket kereta untuk mudik lebaran dari Jakarta ke wilayah Jawa meningkat tajam. Setiap hari pemesanan kereta membludak dan tak sampai siang hari tiket kereta sudah ludes terjual.

"Untuk kereta api ke arah timur sudah sangat tinggi pembelian," ujarnya.

Saat detikcom mencoba untuk memesan tiket kereta melalui tiket.kereta-api.com pukul 08.15 WIB hari ini, tiket kereta ke beberapa wilayah Jawa, seperti Yogyakarta dan Solo untuk keberangkatan tanggal 5 Agustus 2013 (H-3 lebaran) memang hampir habis. Tiket kereta untuk dua tujuan itu hanya menyisakan beberapa bangku di kelas eksekutif, sedangkan kelas bisnis sudah ludes terjual.
sumber : http://news.detik.com/read/2013/05/07/084411/2239731/10/sold-out-tiket-kereta-mudik-h-4-lebaran-ludes-terjual?9911012

footer